MEMPERLAKUKAN ALAM SEBAGAI CIPTAAN (Bhakti Sosial Hari Lingkungan Hidup)

 

Menyongsong hari Lingkungan Hidup sedunia 5 Juni 2021 yang lalu, dosen,  mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Reinha Larantuka dan Staf Kelurahan Sarotari di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur melaksanakan bakti sosial di pesisir pantai pada hari Senin (31/5/2021). Komitmen itu dibuktikan dengan cara membersihkan pantai dari sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat setempat atau yang di bawah arus laut dari wilayah lain. Kepedualian civitas kampus yang didukung Bapak Lurah dan stafnya dengan “terjun” bersama-sama di wilayah pantai Kelurahan Sarotari. Lokasi pesisir pantai yang dibersihkan kurang lebih setengah kilo meter. Kegiatan tersebut merupakan wujud dari praksis pastoral ekologi yang menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.  31 mahasiswa dan dosen bersama Lurah Sarotari,  Donatus Seran Goran dan staf kelurahan Sarotari lainnya terlibat di lokasi kegiatan.

Dosen Ekopastoral, Krisantus M. Kwen, M.Th  menyebutkab bahwa dalam rangka menyongsong Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni, mahasiswa peserta mata kuliah ekopastoral melakukan bersih Lingkungan Laut di salah satu sudut kota Larantuka dan bekerjasama dengan elemen pemerintah kelurahan di kota Larantuka.  “momentum tersebut untuk merefleksikan panggilan orang kristiani  yakni manusia harus menyadari kesatuannya dengan alam. Gereja berseruh agar manusia selalu memerlakukan alam sebagai ciptaan. Sehingga bumi harus menjadi rumah bagi manusia dan seluruh makhluk yang lain” demikian San Kwen sapaan dosen STP Reinha Larantuka itu dalam menyebut motivasi dibalik kegiatan cinta alam ters ebut. Kegiatan ini dilakukan sejak jam 08.00 Wita  sampai menjelang tengah hari pkl 12.30. Pada kesempatan tersebut Lurah Sarotari mengatakan bahwa sampah-sampah rumah tangga yang berserakan dan berjejal di sepanjang pantai itu bukan hanya limbah plastik-plastik pembungkus, tetapi juga banyak karung-karung plastik dan kotoran rumah tangga lainnya.

“Arus laut di sini sangat deras. Sebetulnya banyak sampah bisa ikut terbawa arus ke luar, tapi sampah-sampah ini tertahan di sepanjang pantai ini karena kapal-kapal besar nelayan di tambat di sini sehingga sampah-sampah berserahkan dan tertumpuk di sepanjang pantai”  tegas Pak Seran, demikian Lurah ini biasa di sapa. Di lokasi terlihat 5 kapal Flotim tertampat di sana. Ada juga kapal yang sudah rusak tapi masih dibiarkan oleh pemiliknya di situ.

Bakti Lingkungan tersebut berhasil mengumpulkan puluhan karung berisi sampah-sampah rumah tangga dan sampah-sampah lainnya yang berserakan sepanjang pantai di Kelurahan Sarotari. Sampah tersebut kemudian diangkut oleh mobil pikep Kampus STP Reinha Larantuka dan dibuang di tempat penitipan sampah yang berada tidak jauh dari pesisir pantai Sarotari tersebut. Salah satu mahasiswa, Ilon Pulo Muda menyebutkan bahwa ia dan teman-teman mahasiswa merasa senang terlibat dalam praksis karya ekologi ini dalam rangka menyongsong hari Lingkungan hidup ini. “ kami tidak hanya bekerja dengan gembira karena praksis pada mata kuliah ekopastoral, tetapi kami tahu bahwa sepanjang pantai yang kami bersihkan ini juga menjadi salah satu pesisir yang menjadi tempat dilewatinya prosesi laut yang terkenal di Larantuka. Saya berharap pemerintah dalam hal ini dinas Lingkungan Hidup juga memberi perhatian yang cukup di tempat ini. Minimal pada waktu-waktu tertentu mobil pengangkut sampah mengambil sampah yang bertumpuk dan berserakan  di salah satu tempat yang dijadikan masyarakat sebagai tempat sampah ”. Sambil berharap demikian, Ilon sapaannya juga berterima kasih kepada Bapak Lurah sarotari dan staf Kelurahan yang setia bersama dosen dan mahasiswa sampai selesainya semua pekerjaan hari ini. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *