Larantuka, 11 Agustus 2025 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Flores Timur sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi pada Senin, 11 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.30 WITA ini menghadirkan 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari guru, pengelola Taman Baca Masyarakat, pengelola perpustakaan sekolah, masyarakat umum, hingga pelajar.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Flores Timur, Marianus Nobo Waton, SE. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya literasi informasi di era digital yang semakin dinamis.

Sesi kedua menjadi sorotan utama ketika Yosep B. Keban, M.Pd., dosen Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka, membawakan materi “Strategi dan Teknik Pencarian Informasi yang Efektif”. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Yosep menggambarkan realitas masyarakat Indonesia saat ini yang disebut sebagai digital society, khususnya dalam konteks era 5.0.

WhatsApp Image 2025-08-12 at 12.32.21

Ia memandu peserta memahami langkah-langkah efektif mencari informasi digital, mulai dari memilih kata kunci yang tepat, memanfaatkan operator logika Boolean, hingga melakukan evaluasi kredibilitas sumber menggunakan metode CRAAP (Currency, Relevance, Authority, Accuracy, Purpose) dan teknik 5W + 1H. Tidak hanya itu, Yosep juga memperkenalkan cara praktis menulis sitasi dan menyusun daftar referensi dengan bantuan aplikasi Mendeley.

Selain Yosep B. Keban, Bimtek ini juga menghadirkan dua narasumber lain: Muhammad Soleh Kadir, S.Pd., Gr., yang membawakan materi dasar literasi informasi, dan Yurgo Purab, jurnalis sekaligus sastrawan, yang membahas literasi digital dan keamanan informasi. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh moderator Neneng Ratuloly, S.I.Kom., alumnus Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar praktik literasi digital di lapangan. Dengan bekal pengetahuan baru, para peserta diharapkan dapat menjadi agen literasi yang mendorong masyarakat Flores Timur lebih bijak, kritis, dan kreatif dalam memanfaatkan informasi di dunia maya.