Pameran Kewirausahaan Kuliner Lokal: Dari Dapur Tradisi Menuju Panggung Inovasi Mahasiswa STP Reinha Larantuka

Larantuka, 17 Desember 2025 — Kreativitas, keberanian, dan semangat inovasi mahasiswa STP Reinha Larantuka terpancar dalam Pameran Kewirausahaan Kuliner Lokal yang digelar sebagai unjuk kerja Mata Kuliah Kewirausahaan. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran nyata, tempat teori berjumpa dengan praktik, dan gagasan bisnis diuji langsung di hadapan publik kampus.

Pameran ini menampilkan beragam olahan kuliner lokal yang diangkat dan dikreasikan oleh mahasiswa STP Reinha Larantuka dengan sentuhan inovatif. Setiap lapak tidak sekadar menawarkan makanan, tetapi juga menghadirkan cerita tentang identitas budaya, memori kolektif, serta potensi ekonomi lokal yang dikembangkan melalui perspektif kewirausahaan berkelanjutan.

Dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan, Bapak Alfons Mudi Aran, menegaskan bahwa pameran ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama proses belajar.

“Melalui pameran ini, mahasiswa STP Reinha Larantuka tidak hanya belajar menjual produk, tetapi belajar membangun mental wirausaha: berani merancang ide, mengelola risiko, bekerja dalam tim, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan usaha yang mereka ambil,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemilihan kuliner lokal sebagai fokus kegiatan memiliki nilai strategis dalam pendidikan kewirausahaan.

“Kuliner lokal adalah ruang belajar yang sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa dan masyarakat. Di sana ada nilai budaya, identitas, dan peluang ekonomi. Mahasiswa diajak untuk bertumbuh dari akar lokal, lalu melangkah dengan cara yang kreatif dan inovatif,” tambahnya.

Pameran kewirausahaan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa STP Reinha Larantuka tidak hanya dibentuk secara akademik, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan peka terhadap realitas sosial. Dari lapak-lapak sederhana, lahir pengalaman berharga yang menjadi fondasi bagi lahirnya wirausahawan muda masa depan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam menghadirkan pembelajaran bermakna—pembelajaran yang hidup, membumi, dan berdampak nyata bagi mahasiswa serta lingkungan sekitarnya.