Lima Mahasiswa STP Reinha Larantuka Ikuti Bimtek Youth Campaign, Perkuat Peran Pemuda dalam Edukasi Sosial

LARANTUKA — Lima mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik (PKK), Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka, mendapat izin resmi dari kampus untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Youth Campaign di Aula Hotel Gelekat Nara, Larantuka, pada 15–18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi kaum muda untuk mengembangkan kemampuan kampanye dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial. Kelima mahasiswa tersebut adalah Maria Imaculata Esty Juvenia Uba Ina, Irena Nona Cendi, Yosep Kosa Krowin, Maria Lisna Lipat Tupen, dan Claudia Maria Getrudis Elsoin. Penugasan mereka didukung melalui surat izin yang ditandatangani Ketua STP Reinha Larantuka, Dr. Hermania Bhoki, S.Fil., M.Pd., pada 14 Oktober 2026.

Bimtek yang diikuti 40 pemuda dari Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka ini membekali peserta dengan pengetahuan serta keterampilan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Salah satu perhatian utama kegiatan ialah pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Nara sumber, Ketut Supiastra, Kepala Seksi pada Bidang Perencanaan dan Pelatihan Tenaga Kerja Dinas Nakertrans Provinsi NTT, mendorong keterlibatan pemuda agar membantu menjelaskan pemahaman masyarakat mengenai prosedur bekerja yang benar.

karena pemahaman tentang prosedur bekerja perlu disertai kemampuan mengemas pesan supaya dapat diterima masyarakat. Peserta yang hadir itu tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga berlatih menyusun presentasi dan membuat video kampanye pencegahan TPPO. Sebanyak 40 peserta dibagi ke dalam delapan kelompok, masing-masing beranggotakan lima orang. Cakupan pembelajaran dalam Bimtek ini juga meliputi isu sosial lainnya. Berdasarkan susunan acara, materi kegiatan mencakup kebijakan pemerintah daerah dalam isu kepemudaan, penyalahgunaan dan peredaran narkotika serta bahan adiktif lainnya, pernikahan dini, perlindungan anak, dan dampak pernikahan dini terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

Pada 17 Oktober 2026, peserta dijadwalkan mengikuti materi mengenai pernikahan dini dan perlindungan anak serta simulasi kampanye. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada 18 Oktober 2026 dengan penyelesaian administrasi dan penutupan. Bagi mahasiswa Pendidikan Keagamaan Katolik, kegiatan ini membuka kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran di kampus dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Keterampilan komunikasi, kerja sama, dan penyusunan media kampanye menjadi bekal untuk mengembangkan pelayanan yang peka terhadap keselamatan serta martabat manusia.

Keikutsertaan mahasiswa STP Reinha Larantuka dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas yang mempertemukan pengembangan kapasitas kaum muda dengan tanggung jawab sosial (kmk).