Larantuka, 6 September 2025 – Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka (STPRL) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome Based Education (OBE) yang diikuti oleh seluruh dosen tetap maupun dosen luar melalui link zoom.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di STP Reinha Larantuka dengan mengacu pada standar OBE (Outcome Based Education), yaitu pendekatan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL). Melalui workshop ini, para dosen dibekali pemahaman mendalam tentang konsep OBE sekaligus praktik penyusunan RPS yang sesuai dengan profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga metode asesmen.
Ketua STP Reinha Larantuka, Dr. Hermania Bhoki, S.Fil., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi, khususnya dalam menghadapi tuntutan mutu akademik dan akreditasi. “Kurikulum yang berbasis luaran akan memastikan setiap mata kuliah benar-benar mendukung pencapaian kompetensi lulusan sesuai dengan visi-misi STP Reinha Larantuka”.
Workshop menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. Ruspita Rani Pertiwi, S.Psi., MM,Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga yang memberikan materi tentang berbagi wawasan tentang pengembangan dan implementasi kurikulum OBE. Ia menyoroti kebutuhan untuk beradaptasi dengan tantangan global dan mempersiapkan lulusan dengan keterampilan dan sikap yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Diskusi ini juga membahas pentingnya Outcome-Based Education (OBE) dalam mempersiapkan mahasiswa agar sesuai dengna profil lulusan, pemangku kepentingan, termasuk pengembangan dan implementasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lulusan dan pengguna lulusan dan Dr. Siti Muna Hayati, M.H.I. Dosen UIN Sunan Kalijaga yang memberikan materi tetang penyusunan RPS OBE. Ia menjelaskan bahwa template RPS dari STP Reinha secara umum sudah memuat unsur-unsur OBE. Yang perlu ditambahkan adalah bagaimana membuat pemetaan hubungan antara CPL, CMPK dan sub CPMK dan taksonomi Bloom. Ibu Siti menyarankan bahwa dosen memiliki kebebasan untuk menentukan tingkat yang sesuai berdasarkan konten matakuliah dan outcome pembelajaran. Ia sangat menekankan pentingnya menyelaraskan ini dengan kompetensi lulusan yang diinginkan. Para peserta juga diajak melakukan praktik langsung merancang RPS berbasis OBE yang relevan dengan bidang ilmunya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen STP Reinha Larantuka mampu menghasilkan RPS yang sistematis, selaras dengan CPL, serta mampu mendorong proses pembelajaran yang inovatif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta Gereja.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk segera mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE dalam program studi, sehingga mutu pendidikan di STP Reinha Larantuka semakin meningkat dan mampu mencetak lulusan yang unggul dan profesional di bidang pastoral.
